* Teh Hitam (Black Tea)
Teh hitam mudah dikenali di
pasaran karena warnanya hitam dan paling luas dikonsumsi. Dalam proses pengolahan
diberi kesempatan penuh terjadi fermentasi (mengalami perubahan kimiawi
sempurna sehingga hampir semua kandungan tanin terfermentasi menjadi theaflavin
dan thearubigin) yang akan merubah warna daun teh dari hijau menjadi kecoklatan
dan dengan proses pengeringan berubah menjadi hitam.
* Teh Oolong
Umumnya diproduksi dari tanaman
teh yang tumbuh di daerah semi tropis. Prosesnya sama seperti teh hitam, namun
proses fermentasinya hanya sebagian (lebih singkat sekitar 30-70% dan perubahan
berlangsung setengah sempurna sehingga masih mengandung sebagian tanin dan
beberapa senyawa turunannya) sehingga warna dan aromanya di antara teh hitam
dan teh hijau.
* Teh Merah (Red Tea)
Di Afrika Selatan, teh merah
adalah sebutan untuk teh roibos, yang termasuk dalam golongan teh herbal.
Teh merah dihasilkan melalui proses semifermentasi.
* Teh Hijau (Green Tea)
Daun teh tidak diberi kesempatan
fermentasi (hampir tidak mengalami proses perubahan kimia). Biasanya pucuk teh
diproses langsung dengan panas/steam untuk menghentikan aktivitas enzim
sehingga sama seperti raw leaf (daun teh awalnya), karena itu selain warnanya
masih hijau juga masih mengandung tanin yang relatif tinggi.
* Teh Putih (White Tea)
Merupakan jenis teh terbaik
karena untuk mendapatkannya, hanya diambil dari satu pucuk tiap satu pohon,
yakni pucuk tertinggi dan utama. Kandungan antioksidan paling tinggi. Dalam
prosesnya, daun teh dibiarkan layu secara alami sehingga warnanya menjadi
putih.
* Teh Kuning (Yellow Tea)
Sebutan untuk teh berkualitas
tinggi yang disajikan di istana kaisar atau teh yang berasal dari daun teh yang
diolah seperti teh hijau tapi dengan proses pengeringan yang lebih lambat.

